Senin, 18 Agustus 2014

Percobaan Kreatif Fisika

Berikut adalah beberapa percobaan yang melibatkan ilmu fisika. tak disangka percobaan ini tidak membuat pusing kepala. jadi silahkan bersenang-senang......



1. MEMBUAT API DARI ES
Ternyata api dapat dibuat dari es. Ga percaya, mari kita buktikan segera. Ini percobaan lumayan asyik lho!

Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Tempurung kelapa atau mangkuk
2. Kertas dan plastik
3. Air
4. Almari es
5. Rumput kering atau benda yang mudah terbakar
langkah-langkah pembuatan:
* buatlah lensa cembung dari bahan es, begini cara buatnya nih:
1. Tempurung/mangkok dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau mangkok)
2. Isi tempurung/mangkok dengan air
3. Masukkan ke almari es dan tunggu sampai membeku.
4. Pisahkan es dari tempurung.


# pada siang hari (sekitar pukul 11.00 – 13.00) letakkan rumput kering di tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta arahkan ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada rumput kering.

2. ROKET MINI

Ya walaupun roket ini tidak sebagus roket air, tapi menarik untuk dibuat karena alat dan bahan yang diperlukan banyak kita temui di rumah dan warung terdekat.

Alat dan bahan :
* Alumunium foil
* Kotak korek api + batang korek api
* Penjepit kertas (paper clip)
* Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya.
* Gunting

Langkah percobaan :
* Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm.
* Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!

* Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.
* Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya.
* Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat.
* Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian sobek sisanya. Lihat gambar!

* Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.
* Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi.
* Selesai deh roket sederhananya, yang kita perlukan sekarang ialah landasannya.
* Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.
* Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar!

Akhirnya ayo kita nyalakan roketnya!

* Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)

Konsep Fisika :
Korek api itu (kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Ketika roket mini ini dinyalakan, maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan panas dan gas. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumunium foil, maka terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. Dan akhirnya si roket terbang karena dorongan dari gas tersebut.

3. PERAHU BERTENAGA SABUN

Sabun, tak ada hal yang aneh kan? benda tersebut biasanya kalian gunakan untuk mandi dan keperluan rumah tangga lainnya tapi pernahkan kalian mencoba menggunakan sabun sebagai tenaga untuk menggerakkan perahu?! Untuk itu marilah kita membuatnya, perhatikan ya!

Alat dan bahan yang diperlukan:
1. karton yang agak tebal
2. gunting
3. ember/baskom penuh air
4. detergen

Langkah-langkah pembuatan:
* Buatlah rangka perahu dari karton seperti pada gambar kira-kira 7 cm x 3 cm (ukuran dapat disesuaikan). Ini gambarnya:

* Letakkan perahu perlahan ke dalam ember yang telah diisi air.
* Masukkan detergen sedikit demi sedikit di bagain belakang perahu. Dan lihat apakah yang akan terjadi.
* Ternyata perahu akan melaju, mengapa ya? Ini disebabkan karena adanya pengaruh tegangan permukaan. Seperti yang kita tahu, karena adanya gaya kohesi antar molekul air khususnya di bagian permukaan membuat sebuah lapisan tipis dan fleskibel yang disebut tegangan permukaan. Dengan menambah detergen ternyata akan memecah lapisan air dan membuat perahu melaju.

Catatan:
Setelah melakukan satu kali percobaan, bersihkan kembali embernya kemudian gunakan air yang baru jika ingin melakukan percobaannya lagi.

4. LAMPU LAVA SEDERHANA

Percobaan untuk membuat lampu lava sederhana.

Untuk membuat lampu lava ini, sahabat hanya memerlukan bahan-bahan :
* Gelas minum bening
* Minyak sayur
* Garam
* Air
* Pewarna makanan

Langkah Kerja :
1. Tuangkan air ke dalam gelas sekitar 3/4 nya
2. Tambahkan 5 tetes pewarna makanan (warna bebas tergantung selera)
3. Tuangkan secara perlahan-lahan minyak sayur ke dalam gelas. Usahakan agar minyak sayur berada pada lapisan teratas
4. Kemudian taburkan 1 sendok garam di atas lapisan minyak
5. Perhatikan fenomena yang terjadi, jika perlu tambahkan 1 sendok garam lagi untuk melihat efeknya berlanjut

5. BOM

Waduh ini eksperimen ko tentang bom sih? Tenang aja gak berbahaya ko, percobaan ini lumayan lah buat ngejahilin temen-temen di waktu senggang. Nah untuk ngebuatnya, bahan yang kalian butuhkan yaitu :
* Air
* Gelas ukur kecil
* Plastik dengan penutup rapat kayak plastik obat
* Baking soda
* Cuka
* Kertas

Langkah Pembuatan :
* Sobek kertas berbentuk persegi ukuran 10cmx10cm.
* Masukkan 1 sendok baking soda kemudian lipat berbentuk persegi.

# Kedalam wadah plastik masukkan 1/2 gelas kecil cuka dan 1/4 gelas kecil air hangat.
# Setelah itu, masukkan kertas berisi baking soda tadi ke dalam wadad plastik lalu tutup rapat secepatnya.
# Kocok plastik sebentar kemudian menghindar dan tiaraapp! (hahaha gak segitunya kali).

Alhasil BOOOOMMMMM plastik tadi akan meledak seperti bom.

Sumber : http://pindo-kurniawan.blogspot.com/2012/11/beberapa-percobaan-kreatif-fisika.html

Kamis, 14 Agustus 2014

Kesatuan Ilmu dan Amal

            Agama Islam dengan jalannya yang lurus ini, menganggap bahwa ilmu dan amal sebagai suatu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan, dimana melakukan yang satu tanpa mewujudkan yang lainnya, sama sekali tidak akan bermanfaat. Al-Quran menyebut keduanya sebagai penyempurna satu terhadap yang lainnya dan pada sebagian ayat-Nya, al-Quran mendahulukan menuntut ilmu dari pensucian diri (amal), dengan firman-Nya, "Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah) dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata",[10] dan pada sebagian ayat yang lain mendahulukan pensucian diri dari menuntut ilmu, dengan firman-Nya, "Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab dan al-Hikmah  (Al-Quran) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."[11]
            Yang diterima oleh agama suci ini adalah kebersamaan dan kesatuan antara ilmu dan amal dimana keberadaan yang satu tanpa kehadiran yang lainnya bukan saja tidak akan berguna melainkan akan merusak tatanan dan aturan.
            Imam Ali as dalam salah satu haditsnya bersabda, "Dua jenis manusia akan mematahkan tulang punggungku, yaitu lelaki berilmu bermulut manis yang fasik dan lelaki jahil keras hati yang beramal. Jangan sekali-kali kalian mendekati ulama yang fasik dan menghindarlah dari orang jahil yang taat, karena yang pertama akan menipu dengan ilmunya dan yang kedua dengan ibadahnya, dan seseorang yang tertipu, maka ketahuilah bahwa dia telah tertipu dengan pengetahuan tanpa taqwa dan ibadah tanpa ilmu".[12]
Hakikat Islam sedemikian membenci orang-orang jahil yang taat beramal, sehingga Imam Ali as bersabda, "Tidur dan makannya orang-orang yang hidup hatinya dan berilmu adalah lebih baik, lebih diterima, dan lebih layak untuk dipuji dari shalat malam dan puasanya orang-orang yang bodoh".[13]
 

Motivasi Menuntut Ilmu


            Sekarang ada baiknya kami menyinggung beberapa ayat dan hadits yang mendorong dan memotivasi manusia untuk menimba ilmu dan pengetahuan.             Dalam kitab Ushul Kafi dikatakan, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang menuntut ilmu."[18]
            Pada salah satu hadits, Imam Shadiq as bersabda, "Mencari ilmu merupakan salah satu kewajiban".[19] Beliau juga bersabda, "Aku menyukai cemeti menghajar sahabat-sahabatku supaya mereka menuntut ilmu dan mencari pengetahuan."[20]
Banyak pula ayat yang berkaitan dengan persoalan ini. Guru Pertama yang ada di dalam al-Quran tidak lain adalah Allah Swt, Dia berfirman, "Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."[21] Pada ayat yang lain Dia berfirman, "Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"[22]
Ayat al-Quran di atas hanya layak ditujukan untuk para ulama dan orang-orang yang berilmu, pada kelanjutan ayat tersebut dengan penegasan khas, Tuhan berfirman, "Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran", pada tempat lain Dia berfirman, "Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya",[23] dan juga berfirman, "Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu."[24]