Agama Islam dengan jalannya yang lurus ini, menganggap bahwa ilmu dan amal sebagai suatu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan, dimana melakukan yang satu tanpa mewujudkan yang lainnya, sama sekali tidak akan bermanfaat. Al-Quran menyebut keduanya sebagai penyempurna satu terhadap yang lainnya dan pada sebagian ayat-Nya, al-Quran mendahulukan menuntut ilmu dari pensucian diri (amal), dengan firman-Nya, "Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah) dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata",[10] dan pada sebagian ayat yang lain mendahulukan pensucian diri dari menuntut ilmu, dengan firman-Nya, "Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab dan al-Hikmah (Al-Quran) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."[11]
Yang diterima oleh agama suci ini adalah kebersamaan dan kesatuan antara ilmu dan amal dimana keberadaan yang satu tanpa kehadiran yang lainnya bukan saja tidak akan berguna melainkan akan merusak tatanan dan aturan.
Imam Ali as dalam salah satu haditsnya bersabda, "Dua jenis manusia akan mematahkan tulang punggungku, yaitu lelaki berilmu bermulut manis yang fasik dan lelaki jahil keras hati yang beramal. Jangan sekali-kali kalian mendekati ulama yang fasik dan menghindarlah dari orang jahil yang taat, karena yang pertama akan menipu dengan ilmunya dan yang kedua dengan ibadahnya, dan seseorang yang tertipu, maka ketahuilah bahwa dia telah tertipu dengan pengetahuan tanpa taqwa dan ibadah tanpa ilmu".[12]
Hakikat Islam sedemikian membenci orang-orang jahil yang taat beramal, sehingga Imam Ali as bersabda, "Tidur dan makannya orang-orang yang hidup hatinya dan berilmu adalah lebih baik, lebih diterima, dan lebih layak untuk dipuji dari shalat malam dan puasanya orang-orang yang bodoh".[13]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar