Gambar diambil dari Google
Mendengar kata feodalisme pasti dibenak kita tergambar kerajaan pada waktu silam. Feodalisme tidak
bisa dipisahkan dengan suatu kerajaan yang berkuasa pada waktu lampau di Prancis
,dimana feudalisme tersebut lahir dan di gunakan sebagai sistem dalam kerajaan
dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Segala sendi kehidupan misalnya ekonomi (
pertanian,perkebunan,peternakan ),hukum,sosial dan budaya semuanya diatur oleh
seorang raja karena yang berkuasa adalah raja sehingga segala sesuatu harus
diatur dan bergantung kepada kerajaan/raja sebagai pemimpin atas rakyatnya.
Raja adalah satu-satunya pemimpin yang memegang kekuasaan.Cara
pemerintahan yang dipakai pada feudalisme adalah autokratis,dimana kekuasaan
membuat undang-undang,kekuasaan kehakiman dan kekuasaan menjalankan
undang-undang merupakan sepenuhnya terpusat kepada dirinya sendiri .Artinya
bahwa raja adalah sekaligus negara bahkan dikatakan sebenarnya negara itu tidak
ada yang ada hanyalah raja dan raja mengikatkan dirinya pada negara dengan demikian cara pemerintahannya
adalah monarki absolut yaitu kekuasaan yang tak terbatas atau bahasa jawanya
adalah SEMAU EDEWE.
Kondisi masyarakat sangat kaku meskipun terdapat kehidupan
di berbagai bidang.Dimana rakyat jelata hidup dalam cengkeraman seorang
raja,artinya rakyat jelata hanya sebagai makmum yang hanya bisa mengikuti apa
saja yang dikatakan raja.raja bilang A rakyat harus bilang A,raja bilang B
rakyat tidak boleh bilang C harus B, dan itulah yang dinamakan pemerintahan monarki absolut,otokrasi,otoriter
dan feudals absolut.
Raja adalah wakil tuhan,segala titah raja adalah titah tuhan
sehingga apa saja yang dikatakan raja menjadi sumber hukum dalam kerajaan yang
wajib di dengar kemudian dijalankan oleh semua rakyat.Rakyat tidak boleh
bersuara dalam kerajaan apalagi
memberikan kritikan sehingga rakyat harus menerima saja dan apa
adanya. NO COMENT.......raja adalah simbol tuhan denga demikian menentang raja
sama artinya menentang tuhan.
Selain dia atas,ada beberapa faktor pendorong yang
membentengi kerajaan/seorang raja sehingga menjadi kuat.Kerajaan selalu di
sokong dan di bentengi oleh para kaum ningrat dan para penghulu-penghulu agama
mau tidak mau rakyat jelata harus tunduk kepada raja karena raja sekali lagi
memegang para kaum ningrat dan pemuka-pemuka agama dimana kedua kelas ini
sangat di segani dan di hormati oleh para rakyat jelata.dengan demikian
kekuatan feudal sangat kuat.
Lama kelamaan dilingkungan kerajaan tumbuh satu kelas yang
dinamakan kelas pengusaha atau kaun niaga.Pada mulanya kelas ini tdak populer
karena jumlah mereka masih dibilang sedikit dan baru tumbuh alias belom
menonjol.Kelas niaga belum sama sekali merasakan belenggu oleh kekuasaan raja yang
membuat hukum atau peraturan sendiri sendiri.tetapi seiring dengan perkembangan
kehidupan di kerajaan para kaum pengusaha/niaga merasakan pertauran-peraturan
yang dibuat oleh raja semakin membelenggu usaha mereka dengan demikian para
pengusaha menginginkan suatu peraturan yang memeberikan peluang keleluasaan
agar usaha-usaha mereka terus subur dan berkembang dengan tujuan profit
oriented.
Dengan keinginan yang kuat untuk memperlancar usaha dan
merongrong peraturan-peraturan raja sehingga muncul tekat kuat untuk menghancurkan
dan merebut kekuasaan maka para kaum niaga mulai menyentuh dan memanfaatkan
tenaga para rakyat jelata untuk dipekerjakan dan sambil memprovokasi rakyat
jelata bahwa tatanan kehidupan harus dirubah total dengan mengganti sistem
feudal autoctati/absolute monarki menjadi parlementari democrati atau kekuasan
dari rakyat,oleh dan untuk rakyat,yaitu cara pemerintahan gaya baru dimana
harus berdasarkan suara rakyat dan kehendak rakyat.
Para kaum perusahaan tahu betul bahwa rakyat jelata sudah
lama menggerutu,dendam dan sengasara di bawah sistem feudal autokrasi.kaum
perusahaan mulai membakar semangat dan membangkitkan para kaum rakyat jelata
dengan pidato-pidato revolusioner dan semboyan yang muluk-muluk yaitu
parlementari demokrati hingga akhirnya kaum perusahaan mulai memobilisir kaum
jelata untuk dimanfaatkan untuk kepentingan mereka semata dan kaum perusahaan
mendidrikan parlemen yang disinilah segala peraturan-pareturan feodals
autokrasi mulai di bongkar dan ditiadakan.
Rakyat jelata pun mulai diikat dengan semboyan dan segala
tuntutan.dan hatinya rakyat jelata tertangkap oleh keindahan sinarnya idealisme
baru itu,berkobar menyala-nyala menyundul langit. Rakyat jelata mulai bersatu
untuk melawan sistem feodals autokrasi di bawah kekuasaan raja hingga berubah
menjadi revolusi yang menggelombang menghantam tembok-temboknya kekusaan
feodals autokrasi dengan cara yang gemuruh gegap-gempita.Raja runtuh,kaum
ningratnruntuh,kaum penghulu agama runtuh,semua elemennya feodals autokratis
itu runtuh oleh hantamannya rakyat jelata.maka tamatlah riwayatnya kekusaan
feodals autokratis setelah abad delapan belas dan abad kesembilan belas telah
berusia beberapa tahun sisa-sisa dari feodals autokratis telah habis dan sirna.
Revolusinya kaum perusahaan di prancis telah berhasil....!!!!!!!!!!
Revolusinya kaum perusahaan,dengan tenaga dan darahnya kaum rakyat jekata
segera menjadi lonceng bagi negeri-negeri di benua eropa untuk menghapuskan
sistem-sistem feodals,otokrasi,absolutisme.faham parlementari demokrasi mulai
menyebar ke eropa barat dan pada pertengahan abad kesembilan belas eropa barat
telah menjadi padangnya sistem baru ini yaitu parlementari demokrasi.
Tetapi apa yang terjadi,pada pertengahan abad kesembilan
belas kapitalisme mulai menaik betul-betul.Sejak waktu itu di eropa barat kelas
borjuis telah menjadi maha-kuasa.Kelasnya feodal telah surut dan silam,kelasnya
otokrasi keningratan hilang dan hapus total tetapi tempatnya digantikan dengan
kelas kapitalis yang maha-kaya.sementara rakyat jelata yang di prancis menjadi suruhannya
kelas borjuis dengan mengorbankan darah dan jiwa untuk kepentingan kelas
pemodal/borjuis.
Di lapangan ekonomi,rakyat jelata tetaplah menjadi kelas
yang buntung.mereka menjadi kelas yang menderita dan perbudak oleh kaum
pemodal/borjuis.Tenaga mereka di eksploitasi untuk kegiatan produksi demi
keuntungan sebesar-besarnya dengan upah tak layak bahkan tanpa upah.


