![]() |
| Bulan dan Jupiter saat senja pada 31 Mei 2014 di Texas. Kredit: Debra Fryar |
Mulai dari Merkurius, Venus, Mars, Jupiter hingga Saturnus dapat kita amati dengan bantuan teleskop atau mata telanjang sekalipun. Menarik? Pasti! Simak uraian berikut ini agar tahu kapan Anda harus observasi.
Planet-planet saat Senja
Planet Venus di kala senja hingga menjelang malam
Planet Venus merupakan planet dengan kenampakan paling terang di antara
kenampakan planet tata surya lain di langit Bumi, Venus juga merupakan
objek langit ketiga paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan.
Venus dapat mulai diamati satu jam setelah Matahari terbenam sepanjang
Februari 2015. Venus akan nampak bagai bintang paling terang yang tak
berkelap-kelip jika Anda mengamatinya tanpa teleskop, ia akan didampingi
Mars hingga akhir Februari ini.
Planet Mars menemani Planet Venus
Venus akan membantu Anda menemukan Planet Mars, sebab keduanya
bersebelahan di langit kala senja datang. Keduanya terletak di sepanjang
ekliptika, atau jalur Matahari. Venus dan Mars bakal benar-benar dekat
pada 20-21 Februari 2015.
Jika Anda menemukan bintang kemerahan kecil di dekat Planet Venus (ini
jika Anda sudah berhasil menemukan Planet Venus tentunya), itulah Planet
Mars.
Planet Jupiter terang sepanjang malam
Jupiter, planet terbesar di tata surya, siap mencapai titik oposisinya
pada 6 Februari 2015. Apa itu oposisi? Peristiwa oposisi adalah dimana
Matahari-Bumi-Jupiter berada satu garis lurus di tata surya. Hal ini
membuat jarak Bumi-Jupiter menjadi relatif lebih dekat.
Oposisi Jupiter tidak akan berdampak negatif ke Bumi, termasuk tidak
akan mengganggu gravitasi Bumi. Justru oposisi ini membuat para pengamat
langit di Bumi merasa dipuaskan dengan cemerlangnya Planet Jupiter.
Jupiter akan nampak bagai bintang kuning-keputihan di langit Timur saat
menjelang malam. Ia akan terus bergerak semu ke langit Barat hingga
tengah malam. Walaupun ia merupakan planet terbesar di tata surya,
kenampakannya hanya bagai bintang saja jika diamati tanpa teleskop alias
mata telanjang.
Planet-planet saat Dinihari
Saturnus muncul di langit dinihari sepanjang Februari 2015
Planet Saturnus muncul dari arah langit Tenggara sekitar dua setengah
jam setelah tengah malam pada awal bulan Februari dan sekitar satu
setengah jam setelah tengah malam pada akhir Februari 2015.
Anda tidak akan melihat cincin megah Saturnus jika hanya mengamati lewat
mata, Anda butuh teleskop untuk menikmati keindahan cincinnya.
Saturnus hanya akan nampak bagai bintang kuning kecil tanpa
berkelap-kelip di langit malam jika Anda mengamatinya tanpa teleskop.
Namun, jika ini pertama kalinya Anda mengamati sebuah planet, Anda akan
tetap merasa penasaran!
Planet Merkurius di ufuk Timur menjelang Fajar
Merkurius adalah planet yang berada paling dekat dengan Matahari di tata
surya kita dan selalu berada di dekat Matahari di langit Bumi.
Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara di belahan Bumi
Selatan yang bisa mengamati Planet Merkurius sepanjang Februari 2015.
Pada tanggal 16-17 Februari, Bulan akan membantu Anda menemukan Planet Merkurius karena mereka bakal berdekatan.
Seperti kenampakan planet-planet sebelumnya, Merkurius hanya akan nampak
bagai bintang kecil berwarna putih di langit Subuh. Anda butuh
binokuler untuk membantu pengamatan Sang Merkurius ini.
Selamat mengamati dan semoga bermanfaat!
Info Astronomy - Selamat datang Februari 2015! Pada bulan ini,
musim dingin akan memuncak di belahan Bumi Utara, dan musim panas
memuncak di belahan Bumi Selatan. Indonesia yang di ekuator akan
memuncak musim hujannya.
Ada beberapa peristiwa astronomis menarik yang bakal terjadi di langit malam sepanjang Februari 2015. Apa saja? Mari simak tulisan ini.
4 Februari: Bulan Purnama
Mungkin ada yang bertanya, "Lho, kok Bulan Purnama terjadi di awal bulan kalender? Bukannya tiap tanggal 15?" Memang tiap tanggal 15, tetapi bukan tanggal 15 di kalender masehi, melainkan di kalender hijriyah.
Pada 4 Februari 2015, atau 15 Rabbiul Akhir 1436 H, Bulan akan mencapai fase Purnama pada jarak 404.000 kilometer jauhnya dari Bumi. Dengan begitu, Bulan Purnama akan nampak kecil.
Bulan Purnama pada Februari 2015 ini disebut Wolf Moon oleh orang-orang asli Amerika. Hal tersebut disebabkan karena Bulan Purnama ini merupakan Bulan Purnama kedua di musim dingin.
6 Februari: Bulan di Apogee
Bulan akan mencapai titik terjauhnya dari Bumi dalam orbit ellipsnya atau dalam astronomi disebut Apogee. Jarak Bumi-Bulan saat itu adalah 406.155 kilometer. Jika Anda bisa mengendarai mobil ke Bulan saat itu, Anda akan menempuh waktu selama 12 jam.
6 Februari: Oposisi Jupiter
Matahari-Bumi-Jupiter akan berada satu garis lurus di tata surya pada 6 Februari 2015. Hal tersebut tidak akan mengakibatkan gravitasi Bumi terganggu atau munculnya dampak negatif lain.
Yang terjadi adalah, Planet Jupiter akan jauh lebih mudah diamati karena berada di jarak yang relatif dekat dengan Bumi.
Saat terbaik untuk mengamati Jupiter adalah menjelang tengah malam, saat planet terbesar di tata surya kita ini berada di zenith di rasi bintang Cancer. Jupiter hanya akan nampak bagai bintang terang tak berkelap-kelip jika Anda mengamatinya tanpa teleskop.
19 Februari: Bulan di Perigee
Setelah di Apogee, Bulan akan mencapai titik terdekatnya dari Bumi dalam orbit ellipsnya atau dalam astronomi disebut Perigee. Jarak Bumi-Bulan saat itu adalah 356.992 kilometer.
17-28 Februari: Konjungsi Venus dan Mars
Planet Venus dan Planet Mars akan berdekatan selama 10 hari berturut-turut. Mereka akan terlihat seperti pada gambar yang bergerak di atas.
Puncaknya adalah pada tanggal 22 Februari 2015, Venus dan Mars akan terlihat menarik di langit Barat saat senja. Venus akan nampak bagai bintang paling terang berwarna kuning, sedangkan Mars nampak bagai bintang kecil berwarna merah.
Tidak akan ada dampak negatif dari peristiwa konjungsi ini.
Selamat mengamati!
![]() |
| Foto: Dok. Info Astronomy, J.N. Hall. |
Ada beberapa peristiwa astronomis menarik yang bakal terjadi di langit malam sepanjang Februari 2015. Apa saja? Mari simak tulisan ini.
4 Februari: Bulan Purnama
Mungkin ada yang bertanya, "Lho, kok Bulan Purnama terjadi di awal bulan kalender? Bukannya tiap tanggal 15?" Memang tiap tanggal 15, tetapi bukan tanggal 15 di kalender masehi, melainkan di kalender hijriyah.
Pada 4 Februari 2015, atau 15 Rabbiul Akhir 1436 H, Bulan akan mencapai fase Purnama pada jarak 404.000 kilometer jauhnya dari Bumi. Dengan begitu, Bulan Purnama akan nampak kecil.
Bulan Purnama pada Februari 2015 ini disebut Wolf Moon oleh orang-orang asli Amerika. Hal tersebut disebabkan karena Bulan Purnama ini merupakan Bulan Purnama kedua di musim dingin.
6 Februari: Bulan di Apogee
Bulan akan mencapai titik terjauhnya dari Bumi dalam orbit ellipsnya atau dalam astronomi disebut Apogee. Jarak Bumi-Bulan saat itu adalah 406.155 kilometer. Jika Anda bisa mengendarai mobil ke Bulan saat itu, Anda akan menempuh waktu selama 12 jam.
6 Februari: Oposisi Jupiter
Matahari-Bumi-Jupiter akan berada satu garis lurus di tata surya pada 6 Februari 2015. Hal tersebut tidak akan mengakibatkan gravitasi Bumi terganggu atau munculnya dampak negatif lain.
Yang terjadi adalah, Planet Jupiter akan jauh lebih mudah diamati karena berada di jarak yang relatif dekat dengan Bumi.
Saat terbaik untuk mengamati Jupiter adalah menjelang tengah malam, saat planet terbesar di tata surya kita ini berada di zenith di rasi bintang Cancer. Jupiter hanya akan nampak bagai bintang terang tak berkelap-kelip jika Anda mengamatinya tanpa teleskop.
19 Februari: Bulan di Perigee
Setelah di Apogee, Bulan akan mencapai titik terdekatnya dari Bumi dalam orbit ellipsnya atau dalam astronomi disebut Perigee. Jarak Bumi-Bulan saat itu adalah 356.992 kilometer.
![]() |
| Konjungsi Venus dan Mars. Kredit: Stellarium, Info Astronomy |
Planet Venus dan Planet Mars akan berdekatan selama 10 hari berturut-turut. Mereka akan terlihat seperti pada gambar yang bergerak di atas.
Puncaknya adalah pada tanggal 22 Februari 2015, Venus dan Mars akan terlihat menarik di langit Barat saat senja. Venus akan nampak bagai bintang paling terang berwarna kuning, sedangkan Mars nampak bagai bintang kecil berwarna merah.
Tidak akan ada dampak negatif dari peristiwa konjungsi ini.
Selamat mengamati!
Sumber : InfoAstronomy



Tidak ada komentar:
Posting Komentar