gambar diambil dari google
Oleh: Abdurrazak
“Hari kartini bukan hanya
sekedar untuk di peringati. Tetapi yang lebih penting adalah meneruskan
cita-cita dan perjuangannya (R.A Kartini)
secara nasional. Sehingga bangsa Indonesia mendambakan sosok kartini
masa kini yang sesuai dengan kondisi
bangsa Indonesia sekarang ini".
Rakyat Indonesia
memperingati momentum hari kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Berbagai
cara pun di lakukan oleh warga untuk mengenang sosok pahlawan indonesia yang
satu ini. Betapa tidak, sosok kartini merupakan simbol perjuangan bagi kaum perempuan indonesia,khususnya. Dan
menjadi inspirasi bagi semua orang dalam memperjuangkan kemerdekaan dari segala
aspek kehidupan.
Bukan hal yang
baru lagi, bahwa catatan dari seorang Raden Ajeng Kartini yang tidak akan pernah terlupakan oleh
rakyat Indonesia
adalah “Habis Gelap Terbitlah
Terang”. Namun, dalam tulisan saya ini tidak akan menjelaskan isi dari catatan tersebut, tetapi mengutarakan dengan singkat potret perjuangan
Raden Ajeng Kartini. Selanjutnya, penulis tertarik pada
sosok atau karakter yang harus dimiliki oleh setiap perempuan sekarang ini,
yang kemudian
penulis sebut sebagai
“Sosok Kartini Masa Kini”. Kenapa? karena menurut hemat penulis, perosoalan dan tantangan
bangsa sekarang,besok dan kedepannya lebih berat dibandingan dengan zaman-zaman
sebelumnya.
Seperti yang pernah
di katakan jauh sebelumnya oleh sang
proklamator Soekarno, bahwa tugas dari generasi bangsa akan jauh lebih berat setelah kemerdekaan. Karena mereka
(para founding fadhers)
dan bangsa indonesia secara keseluruhan melawan penjajah yang jelas dan mudah
di analisa, tapi sekarang kita
berperang melawan bangsa sendiri. Kalau di cermati lebih mendalam dari apa yang
pernah di katakan oleh Bung Karno tersebut, benar-benar mengindikasikan bahwa persoalan dan tantangan
bangsa kedepannya jelas lebih
kompleks.
Potret Perjuangan Raden Ajeng Kartini
Di bawah tekanan penjajahan Belanda, dimana kondisi sosial
masyarakat tempo dulu dapat kita katakan masih awam atau tunduk pada tradisi
(adat istiadat) yang belum benar-benar di pahami. Akibatnya, menjadikan seorang
perempuan hanya sebagai seorang ibu rumah tangga. Bukan hanya itu, hak-hak
perempuan sebagai mahluk social pun sangat terbatas yakni, tidak ada ruang
untuk memperoleh pendidikan, sedikitnya
ruang bagi perempuan dalam melakukan segala bentuk aktivitas, dan lebih-lebih
dalam soal memih calon suami. Atas dasar itulah, Raden Ajeng Kartini melihat
bahwa keberadaan perempuan selalu dipandang
sebelah mata.
Atas dasar itulah,selanjutnya, membuat dirinya tampil
menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan segala bentuk diskriminasi antara
laki-laki dan perempuan atau yang sering kita dengar dengan istilah “kesetaraan
gender” . Salah satu contoh konkrit dari Raden ajeng kartini untuk membuktikan
perjuangannya tersebut yakni, mendirikan sekolah gratis di Jepara. Di sekolah
gratis inilah Raden Ajeng Kartini memberikan beragam pendidikan yaitu; mulai membaca,
menulis, memasak dan menenun pada anak gadis di bawahnya. Selanjutnya, dia juga
membentuk pendidikan di cabang Semarang, Surabaya, Yokjakarta, Malang, Cirebo dan
beberapa wilayah di Daerah Jawa Tengah.
Selain hal di atas, Raden Ajeng Kartini memiliki
cita-cita dan semangat perjuangan yang tinggi dan progresif. Dia memiliki
cita-cita ingin membebaskan kaum perempuan dari segala bentuk diskriminasi dan
dari segala bentuk penindasan. Selain mendirikan sekolah gratis, dia juga aktif
melakukan komunikasi dengan kawan-kawannya yang berada di Belanda. Meskipun
hanya berkomunikasi lewat surat.
Pada dasarnya perjuangan Raden Ajeng Kartini
tidak hanya mengangkat derajat kaum
perempuan,tetapi api lebih dari itu. Dalam bukunya yang terpopuler “Habis Gelap
Terbitlah Terang”, Dia juga berbicara persoalan nasional, artinya cara pandang Raden
Ajeng Kartini tidak bersifat kedaerahan. Dan bisa kita katakan juga bahwa pendidikan
dan output pendidikan yang dibangun menjadi cikal bakal lahirnya persatuan
pemuda/pemudi Indonesia, yang kita kenal dengan sebutan sumpah pemuda pada
tahun 1928.
Dari uaraian singkat di atas, dapat kita simpulkan bahwa di bawah tekanan pemerintahan
Belanda yang menjajah kaum pribumi pada saat itu, dimana tokoh Raden Ajeng
Kartini mampu membentuk dan menggugah semangat pendidikan meskipun dalam
tekanan budaya yang masih primitive. Namun,
semangat itulah yang menjadikannya sebagai soko guru ,simbol perjuangan kaum
perempuan dan sekaligus pejuang nasional yang harus kita tiru dan budayakan,
meskipun dibawah tekanan dan bahkan moncong bedil mengancam.
Harus Ada “Sosok Kartini Masa Kini”. Seperti Apa?
Menurut analisis penulis, ada bebeapa alasan yang kaitannya
dengan apa yang pernah di katakana oleh Soekarno yakni, bahwa tugas generasi
bangsa akan lebih berat setelah kemerdekaan, yaitu : pertama secara analisa
social, penulis dapat katakana bahwa bangsa
Indonesia belum merdeka seutuhnya, karena secara definisi bahwa Negara yang
merdeka adalah Negara yang berdaulat secara ekonomi maupun politik. Atau dengan
kata lainnya adalah bangsa itu
sendirilah yang menentukan nasibnya sendiri, alias tidak bergantung pada Negara
lain baik dalam hal ekonomi maupun politik dan lain-lain. Lebih lanjut, jika di
kaji/analisis lebih jauh dari persoalan tersebut, bahwa kita belum merdeka seutuhnya,
karena kekayaan alam kita masih dikuasai
oleh Negara asing dan hanya segelintir orang saja.
Kedua, jika kita kaji secara umum dalam hal kebijakan,
belum ada satu betuk program pun yanag menyentuh hajat orang banyak. Padahal,
telah di tegaskan oleh para pendiri
Negara ini dalam pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesa dalam
alenia ke empat bahwa tujuan di
bentuknya Negara Indonesia yaitu : untuk
mencerdaskan kehidupan bangasa, melindungi segenap tumpah darah Indonesia, ikut
melaksanakan ketertibaan dunia, serta keadilan social bagi seluruh rakyat
indonesa”. Namun, rata-rata kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah adalah hanya lah menguntungkan para
investor.
Ketiga, di tengah maraknya konflik kebijakan dan
mandeknya demokrasi yang di tandainya dengan konflik partai politik, rakyat di
giurkan dengan semakin maraknya kasus korupsi yang semakin hari semakin membudaya dan bahkan mengakar. Selain itu, budaya da
karakter bangsa Indonesia semakin terkikis seiring dinamika globalisasi.
Dengan demikian, tepat sekali apa yang dikataan oleh
presiden pertama kita bahwa perjuangan generasi bagsa lebih sulit setelah
merdeka dari penjajah, karena akan melawan bangsa sendiri. Sehingga dalam
posisi Negara yang seperti penulis katan di atas maka “sosok kartini masa kini” sangat
dibutuhkan. Namun, pertanyaannya adalah
seperti apa sosok kartini masa kini yang dibutuhkan oleh bangsa ini? Pertanyaan
ini memang sangat berat untuk kita jabarkan. Namun, menurut hemat penulis,
dalam kondisi politik, ekonomi, budaya, sosial-kemasyarakatan Indonesia yang
penuh dengan carut-marut sekarang ini ,
maka sosok Kartini yang cerdas, militan dan merakyat lah yang sekarang ini di
butuhkan. Penulis akan menjelaskan ketiganya dengan singkat,lugas dan padat.
Pertama, yang dimkasud cerdas disini adalah mampu
menganalisis atau peka terhadap kondisi bangsa
indonesia yang ada (sekarang dan kedepannya). Dengan demikian, akan mampu
mengeluarkan segala kebijakan dan keputusan secara mandiri (bukan atas dasar
intervensi) yang sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia sekarang,besok dan
kedepannya.
Kedua, militan adalah berani tampil sebagai garda
terdepan dalam mengimplmentasikan hasil analis,ide/fikiran dan gagasannya yang
progres ke panggung publik (sosial) yakni, dalam segala bidang, ruang dan
waktu. Bukan sebaliknya memilki karakter dan mental budak di tengah arus
globalisasi.
Ketiga, yang dimaksud degan merakyat adalah tentu
semua yang dilakukan dan yang di fikirkan berpihak pada kepentingan rakyat (bangsa
Indonesia), bukan pada segelintir orang atau golongan. Atau memiliki visi
kerakyatan kedepannya dan bersikap kenegarawanan. Dengan demikian, bangsa
Indonesia memiliki generasi yang jujur dan memilki rasa kepedulian social yang
tinggi, bukan generasi yang individulis, kerdil dan berambisi kekuasaan.
Akhirnya,
penulis ingin mengatakan bahwa, hari kartini bukan hanya sekadar untuk di
peringati. Tetapi yang lebih penting adalah meneruskan cita-cita dan
perjuangannya (R.A Kartini) secara nasional. Sehingga bangsa Indonesia
mendambakan sosok kartini masa kini yang
sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Oleh karena itu,
menurut analisa penulis, sosok kartini masa kini yang ; cerdas,militan dan
merakyat lah yang di butuhkan oleh bangsa Indonesia. Mudah-mudahan !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar