Fisika itu apa sih?
Fisika adalah cabang sains yang mempelajari materi (matter), energi,
ruang, dan waktu. Sebelum akhir abad ke 19, cabang sains ini lebih
dikenal dengan nama “filsafat alam” (natural philosophy, dari bahasa
Yunani “physikos”).
Bisa dikatakan, fisika merupakan sains murni yang paling dasar
(basic). Temuan dari fisika pun menjalar dan mempengaruhi cabang sains
lainnya. Tidak heran, karena fisika banyak mengulik materi dan energi
yang pada hakekatnya merupakan penyusun dasar (basic constituents) alam.
Seperti dasar piramida, cakupan fisika sangat luas dibanding sains
dasar lainnya. Mulai dari materi berskala mikroskopik (subpartikel)
hingga makroskopik (jagat raya). Selain itu, di fisika pun dikenal
berbagai bentuk energi dan dipelajari perubahannya dari satu bentuk
energi ke bentuk energi lainnya. Sedangkan ruang dan waktu berperan
penting sebagai kerangka pengamatan fisika.
Klasik dan modern
Secara garis besar, kini, fisika bisa dibagi menjadi dua yaitu fisika
klasik dan fisika modern. Fisika klasik biasanya mempelajari materi dan
energi dari suatu kejadian keseharian yang mudah diamati (kondisi
normal). Beberapa topik bahasannya adalah mekanika, termodinamika,
bunyi, cahaya, dan elektromagnet (listrik dan magnet).
Pada fisika modern, materi dan energi yang dipelajari sering kali
berada pada kondisi ekstrem atau skala sangat besar atau sangat kecil.
Sebagai contoh, topik mekanika kuantum. Atau, ada pula fisika atom dan
inti. Atau, fisika partikel elementer (FPE) yang skalanya lebih kecil
daripada atom dan inti. Bidang FPE ini dikenal pula dengan nama “fisika
energi-tinggi”.
Hingga kini, sebagian kecil rahasia alam memang berhasil dikuak
menggunakan fisika. Meski demikian, ternyata masih banyak rahasia lain
yang belum terpecahkan dan bahkan belum tersentuh oleh kemampuan otak
manusia di masa ini. Beberapa pertanyaan yang masih menjadi misteri di
antaranya adalah “Apa partikel terkecil penyusun materi?”, “Bisakah
melejit melampaui kecepatan cahaya?”, “Adakah magnet kutub-tunggal
(monopol magnet)?”, “Dapatkah komputer kuantum diwujudkan?”.
Selain itu, fenomena sehari-hari pun ada yang belum terjawab secara
memuaskan. Contohnya, superkonduktor suhu-tinggi, materi gelap, lubang
hitam, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Hubungan fisika dengan bidang ilmu lainnya
Fisika memiliki kaitan erat dengan matematika. Hal ini karena matematika
mampu menyediakan kerangka logika di mana hukum-hukum fisika dapat
diformulasikan secara tepat. Definisi, teori, dan model fisika selalu
dinyatakan menggunakan hubungan matematis.
Sebagai ilmu dasar, fisika memiliki pengaruh pada banyak ilmu sains
lainnya. Salah satu contohnya pada ilmu kimia. Fisika banyak mempelajari
partikel renik semacam elektron. Bahasan tersebut ternyata juga
dipelajari dan dimanfaatkan pada ilmu kimia. Bahkan topik mekanika
kuantum yang diterapkan pada ilmu kimia telah melahirkan bidang baru
yang dinamakan kimia kuantum (quantum chemistry).
Selain itu, ilmu fisika yang diterapkan pada bidang ilmu lain ikut
berperan dalam melahirkan bidang studi baru yang menarik. Di antaranya
adalah biofisika (fisika pada ilmu biologi), geofisika (fisika pada ilmu
bumi), fisika medis (fisika pada ilmu kedokteran), dan yang lebih baru
adalah ekonofisika (fisika pada ilmu ekonomi).
Buah fisika pada kehidupan manusia
Proses menguak rahasia alam yang dilakukan para fisikawan telah ikut
membuahkan beberapa teknologi yang memudahkan kehidupan. Ada sebagian
teknologi yang lahir secara tidak sengaja dari suatu penelitian fisika,
namun ada pula yang sengaja dibuat oleh fisikawan yang menginginkan
suatu alat atau teknologi baru karena keterbatasan kemampuan alat yang
sudah ada.
Satu contoh teknologi yang lahir secara tidak sengaja adalah sinar X.
Penemuan ini terjadi ketika Wilhelm Conrad Roentgen sedang meneliti
emisi tabung Crookes. Teknologi yang ditemukan pada 1895 ini mendapat
tempat penting di dunia kedokteran hingga sekarang. Berkat penemuannya
yang tak sengaja tersebut, fisikawan Jerman ini mendapat hadiah Nobel
yang pertama untuk kategori fisika pada 1901.
Selain sinar X (sinar roentgen), hasil penelitian fisika lain yang
berguna di bidang kedokteran adalah alat USG (untuk melihat janin di
kandungan), ECG (untuk mendeteksi keadaan jantung), CT Scanner dan MRI
(untuk melihat organ dalam).
Berbeda dengan kelahiran teknologi sinar X yang tidak sengaja,
penemuan teknologi mesin hitung terjadi secara bertahap dan melalui
banyak tangan. Sebagai contoh, kalkulator mekanik yang ber-”evolusi”
menjadi komputer digital pertama. Mesin hitung elektronik pertama ini
dibuat oleh John Vincent Atanasoff. Bersama dengan Clifford Berry, salah
satu mahasiswanya, Atanasoff mulai mewujudkan rancangan komputer
digital itu pada 1939-1942. Fisikawan Amerika ini menamakan komputernya
ABC (Atanasoff-Berry Computer).
Meski Atanasoff tidak pernah sempat menyempurnakan ABC, komputer
digital ini menjadi inspirasi bagi lahirnya ENIAC (Electronic Numerical
Integrator and Computer). Komputer raksasa ini digunakan oleh Angkatan
Darat Amerika Serikat dalam Perang Dunia II untuk menghitung tabel
tembakan senjata. Pengaruh ABC tak hanya pada ENIAC. Teknologi komputer
terkini pun ternyata masih menggunakan beberapa teknologi dasar yang
digunakan pada ABC.
Terkait dengan komputer, kebutuhan para fisikawan untuk saling
bertukar informasi telah mendorong lahirnya internet termasuk WWW (World
Wide Web). Seperti yang kita rasakan sekarang, internet tak lagi hanya
untuk fisikawan. Kini internet dapat dimanfaatkan oleh semua orang.
Internet terbukti dapat memudahkan proses bertukar data dan informasi.
Beberapa hasil riset fisika pun turut berperan menggerakkan roda
perekonomian melalui lahirnya berbagai jenis industri. Di antaranya
industri otomotif, telekomunikasi, dan elektronika. Beraneka jenis
kendaraan mulai dari sepeda, mobil, kereta api, kapal laut, pesawat
terbang hingga pesawat angkasa lahir dari ilmu yang berbasis mekanika
klasik (newtonian).
Sedangkan dari ilmu mekanika kuantum telah melahirkan industri
telekomunikasi dan elektronika yang semakin canggih. Di antara produknya
adalah handphone, peranti GPS, laser, CD, DVD, hingga TV plasma.
Demikian pula komputer modern dengan prosesor berkecepatan tinggi dan
hard disk berkapasitas super gendut.
Tak ketinggalan riset fisika di bidang nuklir yang dapat
diaplikasikan untuk berbagai bidang. Di bidang pertanian, nuklir bisa
dimanfaatkan untuk memperoleh bibit unggul yang tahan serangan hama dan
penyakit. Di bidang energi, nuklir bisa dimanfaatkan sebagai sumber
energi alternatif. Nuklir pun bisa dimanfaatkan di bidang medis untuk
menyembuhkan kanker. Ironisnya, nuklir pun bisa memicu timbulnya kanker
bila mengenai tubuh dengan dosis berlebih dan tak terkendali. Dan yang
lebih mengerikan serta bikin mimpi buruk meski tak sedang tidur adalah
nuklir yang dibikin menjadi senjata pemusnah massal.
(http://athepsf.wordpress.com/fisika-itu-apa-sih/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar