Pulau marotai adalah salah satu objek wisata unggulan indonesia yang
terletak provinsi maluku utara, pulau marotai menyimpan keindahan alam
yang sangat luar biasa yang bisa memberikan kejutan bagi wisatawan yang
mengunjunginya.
Pulau marotai terkenal dengan keindahan bawah laut nya, memang pulau
marotai adaah salah satu objek wisata yang memiliki keindahan bawah laut
terbaik di indonesia. Sebab pulau marotai memiliki beragam spesies
biota laut dan berbagai macam terumbu karang yang menghiasi bawah
lautnya.
Tidak itu saja pulau marotai juga memiliki peninggalan sejarah yang tak
ternilai harganya di bawah laut, di bawah laut pulau marotai terdapat
sebuah bangkai kapal perang yang tenggelam saat perang dunia 2 dahulu.
Tidak itu saja di bawah launta nya juga terdapat bangkai pesawat tempur
yang tenggelam di bawah laut pulau marotai.
Keindahan alam pulau marotai memang tidak bisa digambarkan dengan
untaian kata saja tanpa mengunjunginya langsung, oleh sebab itu tidak
salah jika pulau marotai menjadi tujuan wisata favorit wisatawan yang
memiliki hobi menyelam.
DI Pulau Marotau ini penyelam dapat menikmati keindahan alam bawah
lautnya, dan juga bisa mengabdikan sebuah peninggalan sejarah semasa
perang di bawah laut pulau marotai yang berupa bangkai kapal perang dan
puing puing [esawat tempur zaman kolonial dahulu.
Kini keindahan pulau marotai semakin terdengar seantero pelosok negeri
ini bahkan dunia, ini bisa terlihat dengan semakin banyak nya wisatawan
yang mengganti destinasi wisata mereka ke pulau marotai. Tidak saja
wisatawan lokal tapi juga dari mancanegara.
1. Benteng Oranye
Seperti namanya, Benteng Oranye dibangun pemerintahan kolonial
Belanda pada tahun 1607. Ketika itu, Benteng Oranye ini dijadikan markas
besar VOC sebelum dipindahkan ke Jakarta pada tahun 1619. Dulunya
Benteng Oranye ini juga digunakan sebagai kediaman gubernur Belanda di
Ternate. Saat ini Benteng Oranye masih digunakan sebagai markas tentara
dan polisi di Indonesia, tetapi wisatawan masih diizinkan untuk melihat
kemegahan benteng Belanda ini.
2. Gunung Api Gamalama
Ketika datang ke Maluku Utara dengan pesawat, Gunung Api Gamalama
pasti terlihat dari langit. Gunung setinggi 1/721 dpl itu menjadi
penanda bahwa Anda sudah memasuki provinsi Maluku Utara. Gunung api yang
berada di tengah laut ini masih aktif, sebelum tahun 1990-an, Gunung
Api Gamalama kerap meletus. Uniknya, di lereng Gunung Api Gamalama ini
masih bertahan sebuah desa tradisional bernama Desa Marikurubu yang
tetap memegang adat istiadat mereka.
3. Desa Marikurubu
Untuk mencapai Desa Marikurubu, Anda perlu mendaki Gunung Api
Gamalama. Pendakian ke puncak Gunung Api Gamalama tidak terlalu sulit
dan hanya membutuhkan waktu 4 jam. Selama dalam pendakian itu, Anda bisa
menikmati pemandangan perkebunan cengkeh tua. Konon dari kawasan itu
terdapat pohon cengkeh tertua di dunia, usianya mencapai 400 tahun.
Anehnya pohon tua itu masih bisa memproduksi 400 kg cengkeh per tahun.
Pemandangan dari puncak Gunung Api Gamalaman sangat mengesankan.
4. Goa Sagea
Berjarak 5 kilometer dari Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah,
Goa Sagea memiliki lebar pintu masuk sebesar 20 meter persegi dan
panjang goa mencapai 30 kilometer! Bagian dalam Goa Sagea ini dipenuhi
dengan stalaktit dengan warna-warna yang unik. Tidak ada cahaya matahari
yang masuk dan bahkan suhu udara di dalam Goa Sagea ini bisa mencapai
di bawah nol derajat. Meskipun seram, banyak wisatawan yang tergoda
untuk mencari misteri di dalam goa ini.
5. Pulau Morotai
Pulau Morotai terlihat unik karena permukaan pulaunya yang cukup
rata. Pulau kecil ini memiliki sejarah panjang ketika dijadikan markas
perang bagi Jepang pada Perang Dunia 2. Hingga kemudian direbut tentara
sekutu dan menjadikan Pulau Morotai sebagai basis perang. Wajarlah bila
saat ini perairan laut di sekitar Pulau Morotai banyak menyimpan harta
karun perang yang kini menjadi objek wisata bagi para penyelam. Tak
terhitung berapa kendaraan dan kapal perang yang tenggelam di perairan
ini.
6. Batu Angus
Kawasan Batu Angus merupakan lokasi aliran lava yang membeku ketika
Gunung Api Gamalama meletus pada tahun 1737. Lokasinya tidak jauh dari
bandara. Lava yang sudah membatu dan berwarna hitam legam kini ada di
sisi kiri dan kanan jalan. Berjalan-jalan di kawasan Batu Angus sambil
menikmati pemandangan Pulau Hiri bisa membuat kita membayangkan betapa
dahsyatnya Gunung Api Gamalama.
7. Pulau Halmahera
Pulau Halmahera
merupakan pulau terbesar di Provinsi Maluku Utara, luasnya sekitar
17.780 meter persegi. Sekilas bentuknya mirip dengan Pulau Sulawesi
dengan empat semenanjung. Budaya di Pulau Halmahera sangat unik karena
penduduknya merupakan campuran dari bangsa Portugis, Gujarat, Arab,
Malaysia, dan Belanda. Selain memiliki objek wisata berupa laut dan
gunung berapi, Pulau Halmahera juga memiliki beberapa desa tradisional
yang sangat menarik untuk dikunjungi.
8. Air Terjun Cibi Cebi
Air Terjun Cibi Cebi yang memiliki ketinggian 14 meter mengalir ke
Sungai Waci dan akhirnya bermuara ke pantai di Halmahera Timur. Untuk
mencapai air terjun ini, Anda perlu menempuh jarak 7 kilometer dari Waci
dengan menaiki perahu selama lebih kurang 30 menit.
9. Kedaton Sultan Bacan
Awalnya bangunan ini merupakan kediaman Sultan Mukhsin Syah. Namun
akhirnya digunakan sebagai kedaton Sultan Bacan karena kedaton
milikSultan Sadik Syah hancur karena Perang Duni 2. Akhirnya bangunan
tersebut resmi menjadi pusat pemerintahan Kasultanan Bacan. Sampai saat
ini bangunan asli masih dipertahankan, kecuali bagian atapnya yang
direnovasi pada tahun 2003.
10. Masjid Sultan Ternate
Masjid Sultan Ternate terletak sekitar 100 meter dari Kedaton Sultan
Ternate. Dibangun sejak tahun 1606 pada masa pemerintahan Sultan Saidi
Barakati, masjid ini dibangun dengan susunan batu yang rumit. Perekatnya
adalah campuran kulit kayu pohon kalumpang. Bangunan masjid ini khas
karena terdiri dari empat sudut persegi yang meniru bentuk tumpang limas
dan tiap tumpangnya dipenuhi terali berukir 360 buah sesuai jumlah hari
dalam satu tahun penanggalan Masehi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar