Rabu, 20 April 2016

SMI Cabang Mataram Kembali Gedor Kantor DPRD NTB



 dokumen sendiri

Sejumlah mahasiswa dari organisasi Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Mataram pada hari ini ( 19/04/16) melakukan aksi demonstrasi menuntut berbagai permasalan di sejumlah kampus yang ada di mataram. Yaitu ; UNRAM,UMM,STIE AMM,IAIN,IKIP dan STMIK BUMI GORA.

Sebelum sesampai di gedung DPRD NTB, Mahasiswa yang tergabung di SMI ini melakukan orasi secara bergiliran di bundaran BI, Mataram. ROVI HAMDANU selaku korlap 2 menyampaikan orasinya di tengah-tengah massa aksi yang berjumlah lebih dari 100 orang. Ia mengatakan “ Dunia pendidikan telah berubah menjadi ladang usaha, dimana peraktik kapitalisasi di sejumlah kampus yang ada di mataram telah terjadi, tidak ada transparansi dan masih maraknya pungutan liar”. Selanjutnya ia menyoroti permasalahan yang ada di kampus IAIN Mataram.

“Permasalahan yang ada di kampus IAIN adalah banyak mahasiswa yang tidak terdaftar di FORLAP DIKTI, ini tentunya akan merugikan mahasiswa itu sendiri. Ketika wisuda ijazah yang di dapatkan tidak akan di akui oleh negara alias ilegal” Ujarnya.

Sementara di gedung DPRD NTB, hadir anggota DPRD NTB perwakilan komisi V (Patimura) di tengah-tengah massa aksi melakukan dialog dengan mahasiswa. Masing-masing perwakilan komisariat SMI Cab.Mataram mengutarakan permasalahan kampus. Misalnya; Di UNRAM masih adanya pungutan liar seperti adanya IOMA/POM dan SK Rektor yang melarang mahasiswa untuk berorganisasi (masih adanya intimidasi). Di IAIN banyak mahasiswa yang belum terdaftar di FORLAP DIKTI dan naiknya biaya SPP mahasiswa. Di UMM kenaikan SPP mahasiswa belum di barengi dengan adanya fasilitas-fasilitas yang memadai. Di IKIP Mataram terjadinya kenaikan SPP mencapai Rp. 2.000.000,00 dan di STMIK BUMI GORA belum adanya transparansi dana atau anggaran dan pelarangan organisasi eksternal.

Anggota DPRD NTB, Patimura menjanjikan mahasiswa untuk segera menuntaskan permasalan ini. “ Saya akan memanggil masing-masing rektor pada tanggal 2 mei 2016, dan berikan waktu karena butuh proses,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar