dokumen sendiri
Sejumlah
mahasiswa dari organisasi Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Mataram pada
hari ini ( 19/04/16) melakukan aksi demonstrasi menuntut berbagai permasalan di
sejumlah kampus yang ada di mataram. Yaitu ; UNRAM,UMM,STIE AMM,IAIN,IKIP dan
STMIK BUMI GORA.
Sebelum
sesampai di gedung DPRD NTB, Mahasiswa yang tergabung di SMI ini melakukan
orasi secara bergiliran di bundaran BI, Mataram. ROVI HAMDANU selaku korlap 2
menyampaikan orasinya di tengah-tengah massa aksi yang berjumlah lebih dari 100
orang. Ia mengatakan “ Dunia pendidikan telah berubah menjadi ladang usaha,
dimana peraktik kapitalisasi di sejumlah kampus yang ada di mataram telah
terjadi, tidak ada transparansi dan masih maraknya pungutan liar”. Selanjutnya
ia menyoroti permasalahan yang ada di kampus IAIN Mataram.
“Permasalahan
yang ada di kampus IAIN adalah banyak mahasiswa yang tidak terdaftar di FORLAP
DIKTI, ini tentunya akan merugikan mahasiswa itu sendiri. Ketika wisuda ijazah
yang di dapatkan tidak akan di akui oleh negara alias ilegal” Ujarnya.
Sementara
di gedung DPRD NTB, hadir anggota DPRD NTB perwakilan komisi V (Patimura) di
tengah-tengah massa aksi melakukan dialog dengan mahasiswa. Masing-masing
perwakilan komisariat SMI Cab.Mataram mengutarakan permasalahan kampus. Misalnya;
Di UNRAM masih adanya pungutan liar seperti adanya IOMA/POM dan SK Rektor yang
melarang mahasiswa untuk berorganisasi (masih adanya intimidasi). Di IAIN
banyak mahasiswa yang belum terdaftar di FORLAP DIKTI dan naiknya biaya SPP
mahasiswa. Di UMM kenaikan SPP mahasiswa belum di barengi dengan adanya
fasilitas-fasilitas yang memadai. Di IKIP Mataram terjadinya kenaikan SPP
mencapai Rp. 2.000.000,00 dan di STMIK BUMI GORA belum adanya transparansi dana
atau anggaran dan pelarangan organisasi eksternal.
Anggota
DPRD NTB, Patimura menjanjikan mahasiswa untuk segera menuntaskan permasalan
ini. “ Saya akan memanggil masing-masing rektor pada tanggal 2 mei 2016, dan
berikan waktu karena butuh proses,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar