Di Jawa Timur ini juga terdapat bandara Internasional Juanda yang
terletak di kota Surabaya sehingga dari manapun sobat berangkat akan
dengan mudah untuk sampai ke tujuan. Selain di Surabaya, bandara juga
terdapat di kota Malang dan Sumenep di pulau Madura. Sebagian besar
objek wisata di jawa timur ini juga mudah untuk dituju baik menggunakan
mobil pribadi, motor ataupun angkutan umum.
Beberapa objek wisata di jawa timur yang bisa sobat kunjungi antara lain :
1. Gunung Bromo
![]() |
| Gunung Bromo |
![]() |
| Telaga Sarangan |
![]() |
| Pantai Balekambang |
![]() |
| Jembatan Suramadu |
![]() |
| Bendungan Wonorejo |
6. Pantai Pasir Putih Situbondo
![]() |
| Pantai Pasir Putih Situbondo |
sumber http://balibackpacker.blogspot.com/2012/09/objek-wisata-di-jawa-timur.html
Panorama Pantai Papuma
Seperti Pantai tanjung papuma Jember
berlokasi di desa sumberejo kecamatan ambulu kabupaten jember. Pantai
ini berjarak sekitar 27 km dari pusat kota jember. Akses jalan menuju
pantai ini sudah bagus dan beraspal, Pantai ini bisa di tempuh dengan
menggunakan mobil, motor maupun menyewa mobil, dengan harga sekitar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)
sehari,,dalam perjalanan menuju pantai, mata pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bukit dan hutan seluas .
sehari,,dalam perjalanan menuju pantai, mata pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bukit dan hutan seluas .
kurang lebih 50 ha,sebelum masuk pantai
di sisi jalan kiri dan kanan nampat hanparan pohon jati, palem. Serut
dan berbagai jenis burung juga lutung yang bergelantungan dipohon..
Setelah melewati hutan, maka sampailah
kita pada tujuan utama yaitu Pantai Papuma yang sungguh menajubkan
pasirnya putih luas dan air laut berwarna biru bening ditambah dengan
karang batu yang berjejer di bibir pantai.
mendapatkan ikan, disisi kiri terdapat kelenteng tempat sembahyang umat Budha sehingga menambah daya tarik wisata dan adat budaya setempat.
Bagi pengunjung yang suka bakar ikan di
pantai bisa membeli langsung ke nelayan, dengan harga cukup relatif
murah sambil menikmati aroma pantai yang sejuk, kemudian pada sisi kiri
pantai terdapat Kelenteng, dengan arsitek bangunan yang menawan
didoiminasi warna merah kebiasaan bangunan klenteng pada umunnya.
Bagi pengunjung yang ingin bermalam,
pengelola wisata menyediakan fasilitas hotel atau penginapan, dan
prasarana lainnya. Selakyaknya sebagai tempat wisata, pemerintah kota
diharapkan juga memperhatikan kebersihan lokasi agar nampak lebih indah
sebagai pendukung destinasi yang sudah menarik ini. (muz)
Gunung Kelud Kediri
Saat ini, dengan kubah lavanya, Gunung Kelud terlihat lebih cantik daripada sebelumnya. Kubah Kelud terlihat seperti anak Gunung Kelud. Sangat menarik dan patut Anda lihat keindahannya.
Pengunjung kawasan wisata Gunung Kelud yang terletak di wilayah Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri makin dimanjakan dengan berbagai alternatif sasaran dan permainan wisata.
Selecta TulungRejo
Direktur Utama Samuel Rusdi mengatakan sesuai dengan namanya Selecta, berasal dari Selectia artinya Pilihan. Kata ini lanjut Samuel dapat membuat suasana alami benar-benar terasa.
Dengan luas area 18 Ha berbukit, merupakan Taman Wista pertama di Jawa Timur berdiri sejak tahun 1930 – 1947 yang di kuasai Belanda pada saat itu, lalu di Bumi Hanguskan oleh para pejuang.
Ragam zona wisata untuk Orang dewasa dan anak2 di Selecta cukup lengkap. Karena, selain ada wisata hiburan, wisata alam, juga dilengkapi wisata kuliner, Kolam Renang, Taman Bunga dan Ada juga sepeda air, Goa Singa yang panjangnya 15m, wisata berkuda untuk berkeliling Selecta, hingga outbond dan flying fox.
Waduk Tanjungan -Kabupaten Mojokerto
Luas area Waduk Tanjungan mencapai 40 Ha, 19 Ha
merupakan waduk yg berbentuk seperti danau dan sisanya 21 Ha daerah
hutan jati, milik masyarakat setempat, tempat ini sangat cocok untuk
memancing ikan, sambil santai menikmati pohon-pohon yang masih rindang,
fasilitas yang disediakan pihak seperti toilet, tempat parkir dan
pendopo atau tempat istirahat cukup memuaskan.
Pulau Merah – Banyuwangi
Sebagian kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu, yang menjulang ratusan meter, yang juga merupakan kawasan hutan lindung
Pantai Pulau Merah juga memiliki ombak yang bagus untuk surfing. Ketika laut surut, para pengunjung dapat mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki menikmati eunikan berupa gunung kecil yang berada ditengah pantai yang warna tanahnya berwarna merah, karena itu dinamakan pantai Pulau Merah
Di sebelah timur pantai terdapat pegunungan, yang konon kabarnya mempunyai kekayaan alam yang tersembunyi. ke sebelah selatan pulau kita dapat menikmati indahnya sunset di sore hari. +- 50 meter ke barat terdapat pelabuhan pelelangan ikan yang cukup besar.
Pantai pancer pada tahun 1996 pernah terjadi bencana alam yang sangat besar yaitu Tsunami, Tak sedikit warga pantai Pulau Merah yang menjadi korban saat itu, namun, keindahan pulau merah kembali pulih dengan ciri khasnya yang mungkin satu-satunya di banyuwangi.
Di area ini, dekat dengan pantai, ada pura yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk penyelenggaraan upacara Mekiyis, yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh umat Hindu.
Lereng Argopuro
Alam yang masuk belum terjamah manusia ini menjadi
surga para pendaki. Sebelum mencapai puncak, mereka menempuh rute dari
Pos Baderan, Kec. Sumbermalang, Situbondo atau melalui rute lain yakni
turun di Pos Bermi, Krucil, Probolinggo. Atau sebaliknya, naik dari Pos
Bermi turun di Baderan.
Selanjutnya dari Baderan, untuk mencapai Puncak
Rengganis biasanya ditempuh dalam waktu 2-3 hari. Setelah melintasi
rerimbunan hutan dengan aneka flora dan fauna, terbentang padang luas
nan indah yang disebut Cikasur. Mirip sebutannya, padang rumput tebal
itu seperti kasur.
Selorejo Park Menawarkan Keindahan Danau dan Wisata Petualangan
Salah satunya adalah Selorejo Park yang berada di
kecamatan Ngantang letaknya ± 48 km dari kota Malang. Salah satu daya
tarik dari obyek wisata ini adalah taman wisata, dimana pengunjung dapat
menikmati keindahan bendungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan
gunung Anjasmoro,gunung Kelud, serta gunung Kawi.
Pepohonan dengan tajuk sedang, dan hawa sejuk menambah suasana berlibur menjadi lebih menyenangkan. Sebenarnya, pesona yang ditawarkan pengelola dalam hal ini PT Jasa Tirta II adalah waduk Selorejo, namun seiring berkembangnya waktu, pembenahan infrastruktur dan sarana obyek wisata terus dikembangkan.
Mulai dari dermaga perahu yang mengangkut para
wisatawan menikmati keindahan pemandangan bendungan Selorejo. Perahu ini
menggunakan sarana perahu dayung atau perahu mesin. Kemudian, sarana
outbound yang dikelola oleh dua operator yakni Outbound Indonesia
“Dilibas” dan Tran’s Trek.
Konsep pengembangan wisata di Selorejo Park ini
dilakukan seiring dengan makin banyaknya permintaan wisata jelajah alam.
Ir Handri Kartiono MBA, pengelola Trans Trek mengatakan tren berwisata
yang dilakukan oleh pengunjung mulai bergeser ke wisata petualangan,
permainan dan eduwisata.
Pengunjung yang melakukan jelajah wisata, umumnya
berasal dari instansi atau perusahaan. Berapa jumlahnya? ditanya
demikian, Handri mengatakan dari dua operator outbound melayani sekitar
300-500 pengunjung perhari. “itupun belum termasuk pengunjung lokal yang
datang ke selorejo” tuturnya.
Handri menambahkan, Para wisatawan ini menyukai wisata outbound yang dikemas dengan game dan edukasi, seperti Flying Fox, War Game, Rafting, hingga Mini Race.
Mini Track, imbuh Handri, ada dua macam, yakni
jelajah alam dan sepeda gunung. Kondisi taman wisata Selorejo ini memang
sangat kondusif untuk penjelajahan, karena memiliki medan jelajah yang
sangat menantang. Selain itu, pengelola PT Jasa Tirta menyediakan
fasilitas Jet ski dan Kolam renang.
Di selorejo, pengunjung dapat menikmati panorama
matahari terbit dan terbenam. untuk menu kuliner, kita dapat menikmati
sajian makanan lokal khas warung-warung dalam taman wisata yang
menyediakan Ikan Wader, ikan nila, mujair dan ikan tombro, yang
merupakan hasil tangkapan di Waduk Selorejo.
Selorejo Park juga menyediakan padang golf 9 hole
yang terletak di pinggir waduk. Meski bukan merupakan padang golf
berstandar internasional, namun setidaknya udara yang sejuk di pagi hari
dapat memberikan sensasi saat pegolf bermain birdie
Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya) kini menjadi salah
satu destinasi wisata alternatif bagi warga kota Surabaya. Pihak
pemerintah bersama masyarakat sekitar mengelola lahan seluas seluas 871
hektare ini untuk dikembangkan menjadi hutan wisata.


Sekitar 147 spesies burung dan 40 burung migran dari berbagai wilayah
di dunia ditemukan di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), seperti di
Pantai Wonorejo, Medokan Ayu, dan Keputih.

Hutan Ekowisata yang masuk wilayah Kecamatan
Sukolilo, Rungkut, Gunung Anyar dan Mulyorejo ini terus dilakukan
penghijauan berupa penanaman pohon mangrove. Selain
dikembangkan untuk ODTW, konservasi kawasan Pamurbaya ini bertujuan
untuk mencegah ancaman intrusi air laut. dan menetralisir limbah
terutama logam berat yang masuk ke laut.
Kepada para wisatawan, destinasi wisata alternatif bernama Ekowisata Mangrove Wonorejo (EWM)
ini tak hanya menyuguhkan wisata, namun wisatawan akan diajak untuk
bergabung dalam program rehabilitasi, edukasi, dan rekreasi.
Gunung Arjuna
Pesona Gunung Arjuna seakan tak pernah habis untuk dieksplorasi. Ya.. gunung api tua dan sudah tidak aktif ini menyimpan berbagai keindahan mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata arkeologi. Yang terakhir disebut merupakan salah satu pesona peninggalan budaya zaman kerajaan Majapahit.

Penemuan
terbesar yang menandai eksplorasi pesona majapahit diawali pada Juni
1988. Secara berturut-turut, misteri lereng Arjuna mulai terungkap
dengan ditemukannya bangunan persajian, batu perdupaan, bangunan
berundak, arca batu, wadah batu dan gua pertapaan, yang diperkirakan
dibuat pada 1400-an.
Pesona Gunung Arjuna seakan tak pernah habis untuk dieksplorasi. Ya.. gunung api tua dan sudah tidak aktif ini menyimpan berbagai keindahan mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata arkeologi. Yang terakhir disebut merupakan salah satu pesona peninggalan budaya zaman kerajaan Majapahit.
Hal ini ditunjukkan dengan angka tahun 1364 Saka
atau 1442 Masehi yang terpahatkan di balok batu Candi Laras atau Candi
Gambir di ketinggian kurang lebih 1400 m.dpl. (koordinat 7°45”53″S
112°35”26″E). Umumnya arca-arca yang tersebar di sekitar lereng hanya
menggambarkan manusia biasa dan tidak mengikuti pedoman Ikonografi
Hindu, dan tokoh-tokoh wayang tidak ditemukan di sini. Diperkirakan,
peninggalan ini berasal dari jaman Majapahit, pada masa pemerintahan
Prabu Sri Suhita (1429 – 1447),cucu dari Rajasanagara atau Bhre Hyang
Wekasing Sukha Hayam Wuruk.
Gunung Bromo
Gunung Bromo, terletak antara Kab. Pasuruan dan Kab. Probolinggo yang
merupakan maskot wisata di Jawa Timur dan salah satu Gunung terindah di
dunia. mempunyai ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut.
Di sekitar Gunung Bromo di kelilingi 4 Gunung yaitu
Gunung Batok dengan ketinggian 2440 meter diatas permukaan laut, Gunung
Kursi tingginya mencapai 2.581 meter diatas permukaan laut.
Gunung Widodaren mencapai ketinggian 2.614 meter dan
Gunung Witangan tingginya 2.601 meter. Gunung Bromo juga salah satu
Gunung aktif yg masih mengeluarkan asap di mulutnya.
Alas Purwo
Menyusuri Alas Purwo maka
wisatawan akan diajak untuk memahami alam. Sejumlah hewan hidup di
habitat aslinya dan dapat kita nikmati saat menyusuri lebatnya hutan
tropis ini. Setelah melewati hutan jati dan menuju ke arah selatan, maka
perjalanan akan terasa menantang, selain kondisi jalan yang belum
diaspal, rute ini inilah yang digunakan oleh banteng liar untuk
mengambil makanan dari dan menuju Padang Rumput Savana di Sektor
Sadengan.
Sadengan merupakan padang rumput (Savana) seluas 80 ha. Padang di
sadengan kerap disebut padang rumput semi alami. Karena keberadaan
padang rumput ini tidak berlangsung secara alamiah. Savana ini terjadi
karena kerusakan hutan, sehingga membentuk hamparan rumput luas. Satwa
yang Greezer(merumput di savana Sadengan), sisanya browser (makan tumbuhan di dalam hutan).Padang Sadengan dihuni berbagai binatang antara lain : Banteng (bos javanicus), Rusa (cervus timorensis), Ajag (cuon alpinus), Kijang (muntiacus muntjak), Babi Hutan (sus scrofa), Macan Tutul (panthera pardus).
Jangan lupa, wisatawan hendaknya membekali kamera dan Teropong. Jika beruntung, pada sore hari wisatawan bisa menyaksikan hewan tersebut mengais makanan di padang rumput. Di sadengan disediakan pos pemantauan satwa sebuah gubuk dengan tiga lantai. Dari sini, wisatawan bisa melihat secara langsung satwa liar dari ketinggian.
Sesekali Rangkok (Buceros undulatus) juga terlihat melintas rendah diatas savana. Bagi wisatawan yang hendak meneliti hewan di Sadengan, telah disediakan penginapan khusus untuk peneliti. Lokasinya tepat berada dibelakang pos pemantauan.
”Alam itu pasrah kepadamu.” Pesan berbahasa Indonesia tersebut menyambut para wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo. Sebuah pesan yang bermakna bahwa timbulnya kerusakan alam lebih disebabkan oleh ulah manusia. Alas Purwo merupakan hutan Tropis yang masih Natural, masyarakat Jawa (khususnya Mataraman) percaya keberadaan hutan memiliki hubungan dengan kekuatan mistik yang berkuasa di Laut Selatan.
Mitos
yang beredar terkait Alas Purwo menyakini, bahwa merusak alas purwo
dapat berakibat fatal dikemudian hari. Itulah sebabnya di pintu masuk
sektor Rowo Bendo tertulis larangan ”Jangan Tinggalkan Apapun kecuali Telapak Kaki dan Jangan Mengambil Apapun kecuali Foto”
Kabut
mulai turun saat kami memasuki alas purwo, padahal waktu masih
menunjukkan pukul 15.00 WIB. Hawa segar langsung menyambut kami,
ditandai tiupan angin yang dihembuskan dari pepohonan.
Hujan
sempat mengguyur perjalanan kami dari Tegaldlimo menuju Alas Purwo.
Maklum saja, di Hutan seluas 43.420 ha tersebut memiliki curah hujan
yang tinggi. Data statistik menunjukkan, rata-rata hujan mencapai
1000-1500 mm.
Pada
bulan Oktober – April, curah hujan di hutan yang dikelola oleh Taman
Nasional Alas Purwo ini mencapai titik tertinggi. Meski demikian,
rimbunnya dedaunan membuat hujan dan bahkan sinar matahari terhalang.
Inilah yang membuat temperatur suhu dan kelembaban udara di Hutan ini
tetap terjaga, mencapai 22°-31° C dan kelembaban udara 40-85%. (sumber
Taman Nasional).
Untuk
menuju hutan tropis basah yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini,
kami menempuh melalui perjalanan darat sekitar 1 jam dari Kota
Banyuwangi ke Kecamatan Tegaldlimo. Disepanjang perjalanan, para
wisatawan akan melewati hutan buatan yang merupakan zona penyangga.
Sampai di
Resort Rowo Bendo, wisatawan wajib membeli tiket masuk Rp 2.500,-/orang
dan Rp 6.000,- untuk mobil. Meluncur ke arah timur dari pintu masuk
Taman Nasional Alas Purwo, wisatawan bisa menyaksikan dominasi hutan
dengan vegetasi rapat, dan pemandangan pepohonan yang tinggi, akar
serabut yang besar serta gelap karena tak tertembus sinar matahari.
Setelah
menempuh perjalanan 1 km, wisatawan bisa menyaksikan bangunan yang
dipakai oleh umat Hindu Bali dan Banyuwangi pada upacara keagaman
pagerwesi setiap 210 hari sekali. Yup. . . mayoritas masyarakat di
sekitar Alas Purwo digolongkan sebagai masyarakat Jawa Tradisional,
umumnya adalah pendatang dari Jawa (Mataraman), itulah sebabnya, tradisi
yang kerap dilakukan oleh umat Hindu masih kerap dilakukan. Bertapa,
semedi, serta tradisi gotong-royong masih kerap dilakukan.
Pada
hari tertentu seperti malam satu suro, malam bulan purnama, bulan mati,
masyarakat sekitar alas purwo datang ke kawasan Alas Purwountuk
bersemedi. Tradisi Budaya ini tentu tidak jauh berbeda pada waktu
wisatawan berkunjung ke pulau Bali.
Di Taman
Nasional Alas Purwo, sektor timur juga terdapat beberapa gua diantaranya
: Gua Istana, Gua Macan, Gua Sendang Srengenge, Gua Padepokan, dan Gua
Putri. Keberadaan Gua ini seringkali digunakan oleh para pencari ilmu
(laku) untuk mendalami ilmu-ilmu spiritual dan kedigdayaan.
Di
sebelah timur, hutan didominasi oleh tanaman bambu jumlahnya ± 40 %
dari total luas hutan yang ada. Hingga sampai saat ini, telah tercatat
sedikitnya 584 jenis tumbuhan yang terdiri dari rumput, herba, Jamur,
semak, liana, dan pohon. Sementara itu, di sekitar pantai banyak
terdapat hutan pantai, dan hutan Bambu. Di sektor barat, di kecamatan
Purwoharjo, banyak terdapat hutan Bakau terutama di segoro anakan.
sumber : http://wisatajawa.wordpress.com/2012/03/10/pesona-alam-jawa-timur-yang-tak-terlupakan/






Tidak ada komentar:
Posting Komentar